...

Perhatikan 7 Kondisi Ini Saat Mengecat Jembatan Besi

Jembatan
Jembatan Besi Tosadah

Mengecat jembatan besi memang terlihat sebagai pekerjaan yang sepele dan mudah untuk dilakukan. Namun sebenarnya, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan agar pengecatan bisa berjalan dengan lancar dan hasilnya pun sesuai dengan yang diinginkan.

Selain itu, pemilihan cat dengan kualitas tinggi juga diperlukan karena hal ini juga mempengaruhi hasil akhir. Pemilihan Jenis Cat untuk Jembatan yang Tepat, Bisa Cegah Kerusakan dengan maksimal. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini untuk mengetahui hal-hal tersebut sebelum Anda mulai mengecat sebuah jembatan.

7 Kondisi yang Mempengaruhi Pengecatan Jembatan Besi

Setidaknya ada 7 kondisi yang perlu diperhatikan saat mengecat jembatan yang terbuat dari besi. Berikut penjelasannya:

1. Kotoran pada Permukaan Besi

Tidak benar-benar mengecek kebersihan dari permukaan besi pada jembatan adalah salah satu faktor utama gagalnya pengecatan tersebut. Permukaan harus benar-benar bersih dari kontaminasi garam sebelum dicat. Hal ini sesuai dengan standar ISO 8502-9:2020. Jika tidak bersih, maka akan mengganggu gaya tarik cat.

Cara membersihkan permukaan ini cukup sederhana, yakni dengan menggunakan air. Pembersihan dengan air bisa menjamin garam untuk tidak menumpuk dan mengontaminsasi permukaan jembatan.

2. Tingkat Kekasaran dan Gelembung pada Permukaan Bidang Cat

Selain kotoran, tingkat kekasaran juga bisa mempengaruhi gaya tarik cat pelapis dengan cat dasarnya. Semakin kasar benda tersebut, maka semakin kecil juga gaya tarik yang dihasilkan. Dengan demikian, hasil pengecatan pun akan tidak maksimal karena cat mudah retak bahkan mengelupas.

Maka dari itu, permukaan besi sebaiknya dihaluskan terlebih dahulu. Dengan demikian, cat pelapis pun bisa menempel dengan maksimal sehingga hasil pun bisa lebih memuaskan.

Di samping itu, kondisi tertentu bisa membuat cat menjadi menggelembung di permukaan. Contohnya, cat berbahan fluoropolymer yang digunakan di cuaca panas sehingga hasil pun menjadi tidak memuaskan.

Oleh sebab itu, sebaiknya mengecat menggunakan tiner. Dengan tiner, maka film cat bisa terbuka lebih lama dan gelembung-gelembung udara pun bisa terbebas sepenuhnya.

3. Kondensasi Titik Embun Jembatan Besi

Ketika besi memanas, maka besi bisa berkeringat. Hal ini terlihat seperti titik-titik embun yang ada pada gelas minuman dingin. Jika jembatan dicat dengan cat berbahan fluoropolymer setelah hal tersebut terjadi, maka cat pun bisa menjadi encer sehingga kehilangan daya tariknya dan membuatnya mudah mengelupas.

Supaya hal ini tidak terjadi, maka jembatan tidak boleh dicat jika ia mempunyai suhu 3 derajat celcius di bawah titik embunnya. Titik embun ini akan bervariasi, tergantung dari jenis logam yang digunakan. Namun hal ini dapat diketahui menggunakan alat bernama psychrometer.

4. Ketersediaan Cat

Tentu pengecat harus memastikan bahwa cat pelapis yang dimiliki sudah cukup untuk melapisi jembatan atau belum. Oleh sebab itu, pihak-pihak yang berkaitan harus menghitungnya dengan pasti. Saat ini, terdapat berbagai aplikasi yang bisa membantu mereka untuk melakukannya.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang mempengaruhi banyaknya cat yang dibutuhkan. Jika permukaan jembatan rata, maka cat yang dibutuhkan cenderung lebih sedikit. Hal ini terjadi sebaliknya jika pengecatan dilakukan secara tubular. Selain itu, pengecat akan memerlukan lebih banyak cat pelapis bila warna cat dasar menggunakan pigmen organik.

5. Kondisi Adhesi pada Intercoat

Sebelumnya sudah dibahas bahwa permukaan jembatan besi yang kotor atau kasar akan mengganggu gaya tarik cat atau adhesi. Hal ini disebabkan kondisi tersebut akan mempengaruhi ikatan kimia antara cat pelapis dengan cat dasar.

Selain itu, ada cara lain agar gaya tarik antar cat semakin kuat, yaitu pelapis cat sebelumnya harus dikikis terlebih dahulu. Dengan demikian, cat pelapis yang baru bisa semakin terikat secara kimiawi dengan permukaan jembatan tersebut.

6. Variasi Warna 

Sebelum melakukan pencampuran cat, pengecat harus mengecek warna terlebih dahulu. Pastikan juga bahwa pencampuran warna dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa meskipun warna-warna metalik banyak digunakan pada jembatan, namun hasilnya bisa bervariasi tergantung apakah cat disemprot atau disapukan.

7. Lapisan Adhesi

Masih berkaitan dengan pencampuran warna pada poin sebelumnya, jika pencampuran tidak dilakukan dengan benar maka akan menyebabkan munculnya beberapa daerah yang tampak berbeda daripada lainnya. Jadi, pencampuran cat harus dilakukan secara sesuai agar cat pelapis bisa terlihat bagus di seluruh permukaan jembatan.

Memilih Cat Berkualitas untuk Jembatan Besi

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah pemilihan cat pelapis yang berkualitas. Cat yang berkualitas tinggi tentu akan mempengaruhi bagaimana hasil akhir dari proses pengecatan. Bahkan, cat yang berkualitas juga memiliki berbagai fitur tambahan seperti anti karat sehingga bisa melindungi jembatan dengan lebih baik.

Memilih cat yang berkualitas tentu langkah yang tepat, akan tetapi dapat Kenali Jenis Korosi dan Tahapan pada Cat Jembatan juga merupakan tips yang sangat berguna.  Hal itu dikarenakan jembatan sendiri memiliki berbagai tahapan dan jenis korosi.

Salah satu distributor yang menyediakan cat pelapis berkualitas adalah PT. Tosadah. Tak hanya satu saja, namun ada berbagai cat yang bisa Anda pilih untuk proyek jembatan besi Anda. Informasi lebih lanjut dapat Anda peroleh dengan klik di sini.

Temukan lebih banyak informasi seputar cat besi anti karat di berbagai bidang industri di sini. PT Tosadah merupakan distributor cat besi anti karat Indonesia yang hadir dengan berbagai solusi produk cat anti karat yang bisa Anda lihat di sini. Jika Anda membutuhkan kerjasama dan informasi lebih tentang PT Tosadah sebagai distributor cat besi anti karat, dapat menghubungi kami di sini.

Bagikan Artikel :

Menu