...

Mengenal Food Safety dalam Industri Pangan

Article
Food safety adalah - Tosadah

Apa yang dimaksud dengan food safety? Food safety adalah upaya keamanan yang dilakukan dalam industri pangan guna mencegah terjadinya cemaran kimia, biologis, dan zat-zat lain yang dapat merugikan/membahayakan kesehatan konsumen. 

Tindakan ini sangat penting dalam industri pangan karena menyangkut dengan kesehatan konsumen sehingga penerapannya bersifat wajib. Di Indonesia standar food safety (keamanan pangan) sudah diatur oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional) dan setiap perusahaan yang bergerak di industri ini wajib mematuhinya menerapkan prosedur Good Manufacturing Product. Di Indonesia prosedur ini disebut juga dengan istilah CPB (Cara Produksi yang Baik). 

Anda dapat mengetahui Alasan Mengapa Cat Food Grade adalah Wajib untuk Pabrik F&B

Contoh-contoh Penerapan Food Safety 

Tanggung jawab keamanan pangan tidak hanya dipikul oleh pengelola bisnis tapi juga semua pihak yang terlibat dalam proses produksi. Tujuan utama food safety adalah menjaga kesehatan konsumen dan reputasi perusahaan. 

Lalu apa perbedaan food safety dan food defense? Keduanya tentu berbeda karena food safety bertujuan untuk mencegah produk tercemar yang tidak disengaja. Sedangkan food defense bertujuan untuk mencegah produk tercemar yang didasari dengan unsur kesengajaan. Berikut contoh food safety dalam industri pangan yang wajib Anda ketahui. 

1. Menjaga Kebersihan dalam Proses Produksi

Kebersihan merupakan tindakan utama yang wajib diterapkan dalam upaya food safety. Menjaga kebersihan selama proses produksi berlangsung harus dilakukan oleh setiap pihak yang terlibat. 

Bakteri dan kuman menjadi salah satu penyebab keracunan makanan, sehingga penyebarannya harus dicegah. Contohnya, dengan membersihkan bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam produksi makanan.

Tidak hanya kebersihan bahan baku dan peralatan saja yang harus dijaga, kebersihan staf dan karyawan yang bersinggungan langsung dengan proses produksi juga harus diperhatikan. 

Sebelum masuk ke area produksi setiap karyawan wajib mencuci tangan dan menggunakan APD K3 (Alat Pelindung Diri) seperti chemical suit, masker, sarung tangan, dan lainnya. Tidak hanya itu, peralatan dan ruangan produksi juga perlu menggunakan cat khusus yang aman saat bersentuhan dengan makanan. 

Salah satu contohnya Interline 850 yaitu cat food grade dari Tosadah yang aman untuk melapisi peralatan dan area produksi makanan. 

2. Menjaga Bahan Baku dan Produk dalam Suhu Aman

Food safety terdiri dari apa saja? Upaya penerapan keamanan pangan tidak cukup dengan menjaga kebersihan di area produksi. Tapi juga perlu menjaga makanan pada suhu aman agar kualitasnya tetap terjaga, terutama pada produk matang.

Hindari menyimpan bahan baku dan produk matang pada suhu ruang lebih dari 2 jam khususnya untuk produk makanan tanpa bahan pengawet. Agar bakteri tidak berkembang-biak makanan matang harus disimpan di lemari pendingin dengan suhu di bawah 4 derajat Celcius. Untuk produk makanan beku idealnya disimpan di freezer dengan suhu -17 derajat Celcius. 

3. Menerapkan Proses Produksi yang Sesuai Standar

Dalam industri pangan, sebagian besar proses produksi merupakan kegiatan mengolah bahan baku menjadi makanan siap santap. Proses memasak/mengolah bahan baku harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai standar.

Produk pangan yang aman dikonsumsi harus dimasak pada suhu yang tepat sesuai jenis bahan bakunya untuk membunuh kuman penyebab penyakit. 

Contohnya, potongan daging domba, sapi, dan ikan harus dimasak di atas suhu 62 derajat Celcius, daging giling harus di atas 71 derajat Celcius, daging unggas dan jenis makanan lainnya harus di atas 74 derajat Celcius. 

4. Memisahkan Bahan Baku yang Berisiko Terkontaminasi

Kegiatan produksi pangan harus dijaga ketat agar tidak terjadi kontaminasi yang dapat mempengaruhi kualitas dan keamanan dari produk itu sendiri. Untuk mencegah hal tersebut Anda harus memisahkan bahan baku yang berisiko menimbulkan kontaminasi.

Idealnya setiap jenis bahan baku memiliki tempat penyimpanan sendiri-sendiri untuk mencegah penyebaran bakteri. Atau bisa juga disimpan dalam lemari pendingin yang sama tapi harus dimasukkan ke dalam wadah tertutup yang kedap udara. 

5. Menggunakan Bahan Baku yang Aman

Bahan baku pembuatan makanan mudah terkontaminasi zat kimia dan mikroba terutama air sehingga Anda harus ekstra hati-hati saat memilihnya. Pilih bahan baku yang sudah terjamin keamanannya agar produk yang dihasilkan tidak membawa pengaruh buruk saat dikonsumsi. 

Tidak masalah jika harganya lebih mahal yang terpenting Anda bisa menghasilkan produk berkualitas yang aman untuk konsumen. Pada dasarnya penerapan food safety adalah tindakan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Jika menggunakan bahan baku berbahaya tentu tindakan tersebut akan menjatuhkan bisnis. 

Pentingnya Penerapan Food Safety pada Pabrik Makanan 

Proses produksi makanan sebenarnya sangat berisiko mengalami kontaminasi jika tidak dilaksanakan dengan metode yang tepat. Itulah alasannya mengapa industri pangan memerlukan food safety management. 

Apa yang dimaksud dengan food safety Management? Yaitu sebuah sistem manajemen keamanan pangan yang berguna untuk memastikan keamanan dan kualitas produk. Penerapan food safety membawa banyak dampak positif berikut beberapa di antaranya. 

1. Menjaga Kesehatan Konsumen

Sebagian besar kualitas hidup manusia dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, produk makanan yang aman tentu akan membantu menciptakan kualitas hidup yang lebih sehat. Dengan begitu, secara tidak langsung bisnis Anda turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan konsumen. 

2. Mengurangi Limbah Makanan

Produk yang terkontaminasi mikroba dan zat berbahaya tentu tidak layak untuk dijual sehingga mau tidak mau harus dibuang. Hal tersebut tentu dapat meningkatkan jumlah limbah makanan dan menimbulkan kerugian.  

3. Mencegah Isu Negatif yang Menimbulkan Kerugian

Dampak positif penerapan food safety adalah membantu mencegah pengeluaran tak terduga yang diakibatkan oleh isu keamanan produk. Produk yang mendapat isu negatif terkait kualitas dan keamanannya akan mengalami masalah besar. 

Perusahaan harus membayar ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh konsumen dan risiko terburuknya Anda akan terjerat tuntutan hukum karena menjual produk tidak layak konsumsi. 

Tentu insiden tersebut akan merusak citra bisnis dan menimbulkan kerugian besar. Karena untuk memulihkan nama baik perusahaan tidak mudah dan perlu biaya yang cukup besar. 

4. Meningkatkan Daya Saing Produk

Persaingan di industri pangan cukup tinggi apalagi di tingkat pasar nasional dan global, sehingga untuk bertahan Anda tidak bisa mengandalkan dari cita rasa saja. Kualitas dan keamanan produk juga harus diperhatikan karena masyarakat zaman sekarang cukup cermat dalam memilih makanan. 

Gunakan Cat Food Safety untuk Menjaga Keamanan Produk dalam Industri Pangan

Dalam industri pangan food safety adalah sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan untuk menciptakan hubungan yang berkelanjutan dengan konsumen. Penerapan food safety bisa dimulai dengan mengaplikasikan cat food grade yang aman untuk peralatan dan area produksi makanan.

Interline 850 merupakan jenis produk Tosadah yang diformulasikan secara khusus untuk mengecat peralatan dan aset penting di area produksi yang bersentuhan langsung dengan makanan. 

Cat food grade dari Tosadah akan melindungi aset bisnis Anda dari korosi akibat kandungan-kandungan yang ada di dalam makanan tanpa menyebabkan kontaminasi. Salah satu contoh food safety adalah melindungi seluruh aset produksi dengan cat Interline 850 tanpa khawatir membahayakan keamanan produk. Anda dapat Mengetahui 4 Jenis Cat Besi Food Grade untuk Besi.

Cari tahu berbagai produk cat berkualitas yang kami tawarkan selengkapnya pada laman produk. Pelajari juga beragam informasi dan tips terkini seputar cat melalui laman blog kami. Masih ragu menentukan produk cat besi anti panas yang sesuai? Anda dapat melakukan konsultasi untuk memperoleh solusi yang tepat dengan menghubungkan tim kami.

Bagikan Artikel :

Menu