Flashing atap menjadi solusi andalan agar bangunan tidak mengalami kebocoran. Memasang atap saja tidak cukup mencegah kebocoran terjadi pada bangunan. Sebab, terdapat celah seperti di antara dinding dan ujung atap yang memperbesar potensi kebocoran.
Melalui pemasangan flashing, maka bangunan pun terlindung dari risiko kebocoran. Kekuatan dan ketahanan bangunan akan lebih optimal bila terhindar dari kebocoran. Simak artikel ini hingga akhir untuk memahami jenis hingga bagaimana proses memasang flashing pada atap. Kemudian untuk Anda yang memiliki atap besi, berikut 4 Cara Merawat Atap Besi agar Awet dan Anti Karat.
Apa itu Flashing Atap?
Flashing pada atap merupakan pemasangan material konstruksi berupa lembaran berbaha metal. Penempatan flashing umumnya dilakukan pada sudut yang menjadi titik temu dua sisi bidang. Bila pemasangannya benar, maka air hujan pun tidak akan masuk ke dalam bangunan.
Selain itu, flashing bisa dipasang di area bawah sambungan struktur atap dan juga plafon. Flashing menjadi segel yang menutupi berbagai titik rentan bocor pada atap bangunan. Cara ini ideal untuk memastikan kualitas eksterior maupun interior rumah tidak rusak akibat rembesan air.
Bila melihat durabilitasnya, galvalum adalah salah satu material flashing yang terkuat. Material tersebut merupakan hasil kombinasi material metal, seperti seng, aluminium, serta silikon.
Untuk memaksimalkan perlindungan terhadap bangunan, Anda bisa mengandalkan Cat Primer Household – 01 Epoxy serta Cat Primer Household – 02 Alkyd dari Tosadah. Kedua cat tersebut mampu menahan korosi cukup baik sehingga mencegah penurunan kualitas bangunan.
Jenis-jenis Flashing Atap
Terdapat berbagai jenis flashing menurut lokasi pemasangannya. Namun, Anda bisa membaginya menjadi flashing eksternal dan internal. Flashing eksternal ditujukan untuk flashing pada area terbuka, misalnya titik temu atap dan dinding.
Sedangkan, flashing internal menempatkan flashing pada area yang tersembunyi agar dapat menangkap rembesan air di dinding. Air pun bisa mengalir keluar dengan saluran khusus.
Berikut penjelasan tentang berbagai jenis atap menurut lokasi pemasangannya:
1. Base Flashing
Fungsi base flashing adalah melindungi dinding bagian depan atap. Tampias air sering mengenai bagian tersebut akibat sisi atapnya miring. Anda bisa mengawali base flashing dengan pemasangan lapisan tambahan (underlayment) terhadap air hujan dan kelembaban.
Lalu, pasang flashing dasar sebagai bagian perlindungan yang mencegah rembesan air pada area bawah atap. Setelah itu, selesaikan struktur atap melalui pemasangan genteng serta lapisan dinding. Ini akan melindungi bangunan dari berbagai elemen eksternal, misalnya angin dan hujan.
2. Apron Flashing
Selanjutnya, terdapat jenis apron flashing yang menutupi area paling rentan yakni celah pada ujung atap dan dinding. Material flashing atap jenis ini cukup ringan dengan warna yang tahan lama. Material pun kuat menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem.
Namun, masalah kecil seperti karat pada satu titik saja bisa memicu kebocoran jika menerapkan apron flashing. Itulah mengapa, Anda perlu memantau dan merawat flashing secara konsisten.
3. Step Flashing
Tujuan step flashing adalah menjaga titik temu atap serta dinding bangunan. Ini mengingat area tersebut juga rentan bocor ketika cuaca sedang hujan. Kebocoran tersebut menjadi faktor penyebab kerusakan atap serta pertumbuhan lumut dan juga jamur.
Maka dari itu, step flashing bisa Anda terapkan untuk mencegah bangunan mengalami masalah tersebut. Cara pemasangan flashing yang seperti tangga dengan sudut 90 derajat pada sisi atap membuat jenis flashing ini disebut sebagai ‘step flashing’.
4. Counter Flashing
Jenis terakhir adalah counter flashing yang merupakan kebalikan dari base flashing. Pemasangan flashing dilakukan pada bagian atas sehingga berlawanan dengan flashing jenis pertama tersebut. Umumnya, counter flashing diterapkan pada cerobong bangunan seperti cerobong pabrik.
Selain dengan flashing, Anda juga bisa mengandalkan cat pelapis dari Tosadah. Terdapat Cat Finish Household – 01 Polyurethane yang anti sinar UV serta mampu mencegah hama memasuki bangunan.
Lalu, ada Cat Finish Household – 02 Alkyd yang membantu bangunan terlindung dari paparan cuaca hingga pertumbuhan jamur. Tersedia juga Cat Finish Household – 03 Acrylic yang fleksibel untuk berbagai macam material. Elastisitas cat cukup tinggi sehingga hasilnya tidak akan retak dengan mudah.
Hubungi kami untuk konsultasi produk terbaik Tosadah yang ideal sesuai jenis proyek Anda! Dapatkan lebih banyak tips menarik seputar konstruksi dan bangunan di laman blog kami!
Cara Pemasangan Flashing Atap
Memasang flashing pada atap memerlukan teknik yang tepat. Bila keliru sedikit saja, maka celah atap tetap rentan mengalami kebocoran karena pemasangan yang kurang presisi. Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini yang praktis untuk dilakukan:
1. Memastikan Ketepatan Pemasangan Genteng
Anda perlu mengawali proses flashing dengan memastikan bahwa genteng telah terpasang di bagian atas baja ringan secara tepat. Ini mengingat bahwa flashing adalah material paling akhir sebagai finalisasi atap bangunan.
2. Memasang Flashing pada Sisi Atap
Jika presisi genting telah terjamin, lanjutkan dengan memasang flashing pada sisi-sisi pinggir atap secara bertahap. Sisi pinggiran atap merupakan sisi yang berada pada titik temu dengan celah dinding. Ini demi memastikan celah tersebut tertutup rapat.
3. Memaku Flashing ke Dinding
Kemudian, Anda perlu memaku flashing bagian atas ke permukaan dinding bangunan. Pastikan paku terpasang dengan erat. Anda bisa menggunakan paku pada area tepi dinding untuk membantu pemasangan lebih kokoh.
4. Membuat Mal melalui Pemotongan Ujung Flashing
Langkah keempat adalah membuat bagian mal. Caranya dengan pemotongan pada ujung flashing yang menyamakan bentuk atap genteng. Gunakan gunting untuk baja ringan agar pemotongan lebih efisien.
5. Memasang Baut Menggunakan Roofing Screw
Proses berlanjut dengan pemasangan baut menggunakan roofing screw agar lebih erat. Baut dieratkan sepanjang area tengah dengan jarak satu hingga dua sentimeter dari posisi mal tersebut.
6. Mengecek Pemasangan Flashing
Apabila seluruh prosesnya telah selesai, maka lakukan pengecekan hingga dua kali demi memastikan pemasangan flashing tepat dan sempurna. Bila telah memenuhi ketentuan, maka flashing pun dapat berfungsi seperti sedia kala.
Perlindungan Anti Bocor Flashing Atap Bangunan Anda dari Tosadah
Flashing pada atap berguna melindungi bangunan dari risiko kebocoran. Melalui flashing, daya tahan bangunan pun terjamin karena eksterior maupun interiornya terhindar dari jamur hingga lumut. Berbeda dengan atap yang rentan bocor dan menimbulkan rembesan air yang memicu kelembaban, jamur, hingga lumut. Untuk struktur atap yang menggunakan dak beton, berikut penjelasan Lebih Dalam tentang Struktur Atap Dak Beton beserta Tipsnya.
Untuk itu, pastikan Anda memilih produk yang bermutu tinggi agar hasil flashing optimal. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan produk-produk dari Tosadah. Seperti Cat Primer Building & Structure – 01 Epoxy yang tahan terhadap bahan kimia hingga perubahan cuaca.
Kemudian, tersedia Cat Finish Building & Structure – 01 Polyurethane dan juga Cat Finish Building & Structure – 02 Alkyd dengan ketahanan maksimal terhadap sinar UV. Kualitas bangunan pun akan terjaga terutama dari segi visualnya.
Satu lagi produk yang sayang dilewatkan, yaitu Cat Specialty Building & Structure – 01 Food Grade serta Cat Specialty Building & Structure – 02 Tahan Panas. Produk specialty dari Tosadah tidak perlu diragukan karena memiliki sifat anti korosi yang cukup baik.
Bila Anda ingin memaksimalkan hasil flashing atap pada bangunan, produk Tosadah yang berkualitas tersebut jadi opsi paling tepat. Hubungi kami untuk pemesanan atau konsultasi produk pelindung terbaik! Kunjungi juga blog kami untuk dapatkan wawasan menarik tentang bangunan.





