...

Ketahui 6 Bahaya Bau Cat Besi Untuk Kesehatan

Inspirasi
Bahaya Bau Cat Orang Menghirup Kaleng Cat

Saat mengecat permukaan besi, pernahkah Anda memperhatikan adanya bau menyengat yang timbul? Bau tersebut merupakan indikasi adanya bahan kimia tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai bahaya bau cat bagi kesehatan.

Biasanya, bau pada cat besi timbul dari penguapan senyawa organik volatil atau VOC yang umumnya terkandung dalam thinner. Selain itu, reaksi kimia antara bahan-bahan pada cat dengan oksigen pada udara juga dapat menyebabkan timbulnya bau yang menyengat.

Selain mengetahui bahayanya bau cat untuk kesehatan, ketahui juga jenis-jenis kandungan cat yang berkualitas untuk aset besi Anda. Sekarang, mari kita simak lebih dalam tentang bahaya bau cat untuk kesehatan!

Bahaya Bau Cat Besi Untuk Kesehatan

Karena merupakan indikasi adanya bahan kimia berbahaya seperti VOC, cat besi yang berbau menyengat dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Berikut ini beberapa contoh dampak bahayanya:

1. Resiko Kanker

Bau dari VOC pada cat besi dapat menandakan kandungan senyawa kimia berbahaya seperti benzene dan formaldehyde yang bersifat karsinogenik. Senyawa-senyawa kimia ini terpapar saat menghirup udara yang terkontaminasi atau jika terkena kulit.

Setelah masuk ke dalam tubuh, senyawa-senyawa ini dapat merusak DNA dan memicu perubahan sel yang abnormal, yang pada akhirnya dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

2. Keguguran

Senyawa kimia dalam cat besi dapat merusak sistem reproduksi dan mengganggu perkembangan janin. Oleh karena itu, paparan berlebih terhadap bau dari cat besi dapat berakibat fatal bagi kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.

3. Gangguan Pernapasan

Cat besi dapat mengandung sekelompok senyawa VOC berbahaya seperti benzene, toluene, dan xylene. Saat cat mengering, berbagai senyawa tersebut dapat menguap menjadi gas beracun.

Jika terhirup, hal ini dapat menyebabkan gangguan seperti iritasi saluran pernapasan dan bahkan kerusakan organ paru-paru. Resiko bahaya ini akan lebih tinggi pada individu yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap bahan kimia tertentu.

4. Pusing yang Berlebih

Saat komponen VOC di udara terhirup, asupan oksigen yang terhirup menjadi lebih rendah. Jika suplai oksigen ke otak menurun, maka kepala akan terasa pusing akibat sistem saraf yang terpengaruh.

5. Gangguan Kesehatan Mata

Potensi bahaya bau cat besi selanjutnya adalah gangguan pada mata. Sebab ketika cat besi mengering atau menguap, senyawa kimia seperti volatile organic compounds (VOCs) dilepaskan ke udara dan dapat terkena mata. 

Contoh dampak yang mungkin terjadi antara lain yaitu iritasi, mata merah dan terasa perih, mata berair, munculnya sensasi gatal dan terbakar, pembengkakan kelopak mata, hingga sensitivitas terhadap cahaya.

6. Sakit Kepala

Terakhir, bau dari senyawa kimia seperti VOC dapat merangsang sistem saraf di kepala. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya pelebaran atau penyempitan pembuluh darah di kepala, yang pada akhirnya memicu sakit kepala yang intens.

Cara Mengurangi Paparan Bahaya Bau Cat Besi

Berdasarkan ulasan di atas, jelas bahwa bau menyengat dari cat besi dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Untuk mengurangi resiko bahaya tersebut, berikut ini beberapa cara yang bisa diterapkan:

  1. Pastikan area pengecatan memiliki sirkulasi udara yang baik. Bila perlu, buka jendela dan pintu atau gunakan kipas untuk memastikan adanya aliran udara yang lancar, sehingga bau dapat berkurang.
  2. Saat sedang mengecat, gunakan APD (alat pelindung diri) seperti masker wajah, kacamata pelindung, sarung tangan, dan pakaian yang menutupi seluruh tubuh untuk meminimalisir paparan dan mengurangi resiko bahaya bau cat.
  3. Hindari cat dengan kandungan VOC tinggi. Sebagai alternatif, Anda bisa memakai cat berbasis air yang jumlah pelarutnya lebih sedikit. Contohnya seperti Cat Primer Anti Karat Epoxy atau Cat Finishing Polyurethane dari Tosadah.

Atasi Paparan Resiko Cat Sesuai Area Tubuh

Selain resiko menghirup bau cat melalui hidung, bahaya lainnya juga dapat timbul apabila cat mengalami kontak langsung dengan mata, kulit, atau tertelan. Apabila terpapar pada area tubuh tertentu, berikut cara untuk mengatasinya:

1. Paparan pada Kulit

Bersihkan area yang terkena cat secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat. Gosok dengan lembut untuk menghilangkan cat yang menempel.

2. Paparan pada Mata

Bilas mata dengan air mengalir selama 15 hingga 20 menit, kemudian istirahatkan dengan cara menutup mata selama sekitar 15 menit. Jika masalah berlanjut, segera konsultasikan ke petugas medis.

3. Jika Tertelan 

Apabila terjadi gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare, segera minum susu atau air putih. Jika gejalanya memburuk, segera hubungi layanan darurat medis.

4. Jika Terhirup

Apabila terjadi gejala seperti merasa pusing, kepala terasa ringan, atau sakit kepala, segera cari udara segar atau pindah ke area yang sirkulasi udaranya lebih baik. Jika gejala berlanjut atau memburuk, segera hubungi layanan darurat medis.

Salah satu solusi mencegah resiko akibat terpapar bau cat yang menyengat adalah menggunakan cat dengan kandungan VOC rendah. Pastikan pula bahwa produk cat yang Anda gunakan sudah bebas dari kandungan bahan berbahaya lainnya.

Sebagai distributor cat anti karat terpercaya, Tosadah menyediakan produk cat besi anti karat berkualitas tinggi yang sudah memenuhi standar keamanan, sehingga dapat meminimalisir resiko bahaya bau cat. 

PT Tosadah merupakan distributor cat besi anti karat Indonesia yang hadir dengan berbagai solusi produk cat anti karat yang bisa Anda lihat di sini. Dapatkan lebih banyak informasi dan tips lainnya di blog kami. Hubungi kami melalui halaman kontak untuk mendapatkan detail informasi produk dan kerja sama.

Bagikan Artikel :

Menu